"Belum final, tapi kemungkinan IPO akan dilakukan pada September 2008. Targetnya memperoleh dana sebesar US$ 500 juta," ujar Ketua BPP HIMPI sekaligus pemegang saham di Adaro, Sandiaga Uno, di hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta, Senin (10/3/2008).
Dalam IPO tersebut, Adaro berencana melepas sekitar 20-30% sahamnya ke publik. Dari dana perolehan yang ditargetkan, sekitar US$ 200 juta akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing), sedangkan sisanya untuk ekspansi usaha.
"Antara lain untuk membangun powerplant dan akuisisi 4 tambang batubara. Namun mengenai akuisisi keputusannya belum final," tutur Uno.
Sementara penjamin emisi yang ditunjuk Adaro dalam rencana IPO ini, antara lain: Goldman Sachs, DBS Vickers Securities, dan UBS AG Securities.
"Kita masih mempertimbangkan penjamin emisinya, tapi yang jelas UBS sudah kita tunjuk sebagai lead underwriter," ungkap Uno.
(dro/ddn)











































