"UKM masuk bursa itu saya setuju sekali, tetapi untuk masuk bursa kualifikasi yang cukup tinggi. Sedangkan kemampuan UKM kita untuk memenuhi syarat Bapepam-LK tidak gampang karena harus punya tim untuk mengawasi saham, laporan keuangan, pertanggungjawabannya," kata Ketua Umum Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, di kantornya Gedung Great River, Selasa (11/3/2008).
Namun menurut Sofyan, usaha dengan skala menengah masih mungkin untuk bisa masuk, namun bagi sekala kecil sangat sulit untuk dilakukan.
"Untuk go public itu ongkosnya mahal, belum tentu orang akan beli sahamnya," ujarnya.
Tetapi ia justru menyarankan bagi UKM untuk bisa berkembang, seharusnya memakai venture capital. Sehingga hal ini bisa mendorong perkembangan dari UKM.
"Kalau venture capital itu kan enggak ada bunga, tapi suatu saat dia bisa beli saham nya itu. Ini menurut saya sebagai alternatif yang paling baik. Kalau pakai bank itu kan pakai bunga. Capital market itu kan sama sekali enggak bayar bunga, cuma bayar keuntungan. Venture capital sebenarnya seperti itu," paparnya.
Menurutnya dalam venture capital, perusahaan yang gabung akan dibantu dalam manajemennya selama beberapa waktu kemudian akan dijual kembali sahamnya termasuk kepada pihak ketiga.
Sofjan mengatakan perusahaan bidang makanan yang paling mungkin bisa masuk ke bursa karena dinilai paling potensial. Namun kembali lagi ia menekankan setelah masuk bursa apakah mungkin ada yang membeli sahamnya.
"Sepengetahuan saya hingga kini belum ada yang berhasil, bahkan perusahaan-perusahaan besar saja banyak yang tidak berhasil," katanya.
(hen/ddn)











































