BI Belum Khawatir Pelemahan Rupiah

BI Belum Khawatir Pelemahan Rupiah

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2008 18:56 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) belum mengkhawatirkan pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan pelemahan terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar finansial dunia lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom, disela-sela acara diskusi buku Essays in Macroeconomic Policy: The Indonesian Experience karya Miranda S. Goeltom, di Auditorium BPPT, Jakarta, Selasa (11/3/2008).
 
"Saya tak bisa mengatakan akan ke berapa nanti. Kita lebih fokus untuk melihat apakah perkembangan di Indonesia sesuai dengan di pasar dunia. kalau masih sama dengan negara lain saya tidak kuatir. Kalau negara lain melemah kita melemah kita tak khawatir. Kalau negara lain tak melemah dan kita melemah tentu kita kuatir," kata Miranda
 
Ia mencontohkan nilai tukar mata uang yang menurutnya cukup kuat seperti dolar Australia juga mengalami depresiasi lebih dari 1%.
 
Sehingga menurutnya BI masih mengamati dan melihat apa yang bisa dilakukan oleh BI, yaitu melakukan apa yang bisa diminimalisasi.
 
"Tetapi karena berlaku secara global dan semua terkena maka kekhawatiran kami tentunya agak berbeda kalau hanya Indonesia sendiri saja, apakah ini berlangsung atau tidak kita lihat saja pasar New York hari ini karen menentukan sentiman pasar," tambahnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa dampaknya juga terasa dibursa saham, bukan hanya di rupiah saja.

"Capital stock kemarin terkena 4,3%, hari ini turun lagi itu terjadi hampir di seluruh dunia, penurunannya sangat tajam," ujarnya.
 
Menanggapi larinya portofolio asing, ia juga mengatakan bahwa itu tidak terlepas dari masalah eksternal.
 
"Kalau diperhatikan apa yg terjadi di regional hampir semua mata uang melemah karena AS dipandang akan mengarah ke suatu resesi, kedua, segala macam berita itu akan membuat orang mendiversifikasi portofolio lagi," ungkapnya.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads