"Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha seperti membangun 3 pabrik baru dan membeli 8 buah kapal," ujar Corporate Secretary Timah, Abrun Abubakar, saat dihubungi detikFinance, Selasa (11/3/2008).
Untuk rencana ekspansi di pengolahan timah, perseroan akan membangun 2 pabrik baru terdiri dari pabrik tin solder dan pabrik tin chemical. Sementara 1 pabrik akan dibangun di Buton, yaitu pabrik ekstraksi aspal alam.
"Untuk pabrik ekstraksi aspal alam di Buton, itu untuk ekspansi usaha anak perusahaan kita, yaitu PT Timah Eksplorasi Mineral. Dananya juga kita anggarkan dalam capex Timah Grup yang Rp 1,4 triliun," ulas Abrun.
Sementara 8 buah kapal yang akan dibangun terdiri dari 7 buah kapal hisap dan 1 buah kapal keruk timah.
"Kapal keruk yang baru bisa mencapai kedalaman 70 meter. Saat ini kita punya 14 buah kapal keruk yang jangkauan kedalamannya antara 45-50 meter," papar Abrun.
Mengenai pendanaan capex, Abrun mengatakan saat ini masih menggunakan kas internal perusahaan. "Namun kita berencana melakukan pinjaman ke beberapa bank. Sudah ada beberapa bank yang memberikan sindikasi, tapi belum bisa saya sebutkan nama dan jumlahnya," ujar Abrun.
Pada tahun 2007, Timah membukukan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun, dan pendapatan sebesar Rp 8,5 triliun.
"Tapi angka itu belum diaudit. Kalau untuk 2008, target kita kira-kira tumbuh 20-30%," ujar Abrun.
Stock Split
Rencana perseroan di 2008 lainnya adalah melakukan pemecahan nilai saham (stock split), namun masih menunggu RUPS tahunan yang akan dilakukan pada bulan Mei mendatang.
"Rencana Stock Split masih dalam tahap penjajakan. RUPS tahunan akan diadakan pada bulan Mei mendatang. Kita sudah menunjuk PT Bahan Securities sebagai penasihat. Kemungkinan rasio stock split di kisaran 1:10," ungkap Abrun.
Β (dro/qom)











































