Bank Sentral AS (the Fed) pada Selasa (11/3/2008) telah menyuntikkan dana sekitar US$200 miliar dalam bentuk lelang baru Term Securities Lending Facility. Fasilitas itu memungkinkan bank-bank di AS untuk mendapatkan surat berharga US Treasury, sebagai kolateral sebagaimana surat berharga berbasis hipotek atau surat utang lainnya yang sekarang sedang dalam tekanan.
Langkah the Fed ini juga dikombinasikan dengan bank sentral lainnya karena ada kerjasama swap arrangements dengan European Central Bank dan Swiss National Bank untuk menyediakan likuiditas dolar AS.
Suntikan modal tersebut membuat Wall Street yang sebelumnya terkapar langsung bangung. Indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin berhasil menguat hingga 3,55% dan kembali ke level 12.156,81. Nasdaq naik 3,98% ke level 2.255,76.
IHSG di lantai Bursa Efek Indonesia pada Rabu (12/3/2008) pun langsung melesat. Pada pukul 10.05 waktu JATS, IHSG tercatat menguat hingga 59,368 poin (2,35%) ke level 2.582,877. Sementara rupiah juga menguat ke level 9.152 per dolar AS.
Demikian pula bursa-bursa regional lain, seperti Shanghai Composite Index yang menguat 41,96 poin kelevel 4.207,84. Indeks Hang Seng dibuka menguat 742,3 poin ke level 23.737,65. Sementara Nikkei-225 dibuka naik 341,56 poin ke level 12.999,84.
(qom/ir)











































