Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan PT Sampoerna Agro Eddy Kurniawan pada acara konferensi pers usai RUPSLB, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (14/3/2008).
"Dananya akan dilakukan dari internal, kita akan lebih konservatif, kemungkinan akan lebih kurang dari itu, tetapi kita juga ada kemungkinan meminjam dari bank, kemungkinan bank lokal," Eddy Kurniawan Direktur Keuangan
Menurutnya, penjajakan pinjaman dari bank sejauh ini belum dilakukan. Perseroan menilai dengan kondisi harga CPO yang sekarang ini sangat bagus masih cukup membantu untuk memakai dana internal.
Untuk perluasan lahan untuk plasma dan inti sawit sebesar 15.000 hektar rencananya akan dilakukan antara di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi belum ditetapkan.
Hingga kini kapasitas pabrik di Sumatera dan Kalimantan 350 ton per jam. Sedangkan untuk rencana perluasan pabrik di kalimantan sebanyak 45 ton perjam. Lalu untuk pabrik baru di Sumatra diperkirakan sebesar 45 ton per jam.
Produksi tahun 2007 lalu Sampoerna Agro telah berhasil merealisasikan 1,18 juta ton CPO dan tahun ini ditargetkan 1,2 juta ton. Sedangkan komposisi ekspor mencapai 5%-6%."Pasar domestik masih menarik bagi kami," kata Eddy. Selama ini produksi CPO Sampoerna Agro diekspor ke Malaysia, China dan beberapa negara lainnya.
"Kita patok harga CPO US$ 950 per ton, kalau sekarang harga pasar itu US$ 1100 per ton atau US$ 1200 per ton itu bonus bagi kita," kata Eddy. (hen/qom)











































