Demikian disampaikan oleh ekonom Indef Aviliani dalam acara obrolan sabtu mencari gubernur BI yang serba oke di sebuah kafe di Jl Cikini Raya, Sabtu (15/3/2008).
"Waktu gubernur BI Burhanuddin Abdullah jadi tersangka, sudah dikeluarkan US$ 2 miliar untuk menstabilkan rupiah," kata Aviliani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalahnya komunikasi politik, pertimbangannya adalah gubernur BI yang dicalonkan itu harus bisa bekerjasama dengan menko dan menkeu karena kita tidak punya dewan moneter. Selain itu pemerintah harus tahu calon mana yang benar-banar diinginkan DPR," katanya.
Makanya ia sangat menekankan aspek transparansi menjadi penting saat pemerintah mengajukan cagub BI.
"Terutama yang harus dilakukan oleh presiden, harus diumumkan di koran-koran mengenai calon, sehingga DPR pun bisa tahu secara transparan. Yang penting obyektifitas bukan kepentingan atau bukan kepentingan," katanya.
Selain itu Aviliani mengingatkan bahwa gubernur BI terpilih harus bisa bekerjasama dengan menko perekonomian dan menkeu, karena sekarang ini Indonesia belum memiliki dewan moneter.
"Untuk saat ini memang belum ada dampaknya, tetapi sebaiknya hal ini jangan berlarut-larut," katanya. (hen/ir)










































