Pada penutupan perdagangan saham Senin (17/3/2008), IHSG terpangkas hingga 71,099 poin (2,98%) ke posisi 2.312,321. Sebelumnya pada sesi I IHSG sempat anjlok hingga 140 poin lebih ke posisi terendah tahun ini.
Sedangkan bursa regional yang terpuruk adalah Australia turun 2,18%, Hang Seng turun 5,18%, Kosdaq turun 2,76%, Seoul turun 1,61%, Nikkei turun 3,71%, Shanghai turun 3,6% dan STI Singapura turun 1,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu diambil ditengah keterpurukan pasar finansial AS yang dipicu oleh ambruknya raksasa finansial AS, Bear Stearns. Runtuhnya Bear Stearns itu kembali membuat shock pasar finansial.
Sampai-sampai Menkeu Sri Mulyani menyebut situasi AS saat ini sudah sangat-sangat serius. Indonesia pun akan kena getahnya.
"Pada hari ini IHSG jatuh karena pada hari minggu kemarin, yang padahal hari libur, The Fed menurunkan suku bunganya. Ini menandakan bahwa situasi di AS sudah sangat sangat serius," jelas Menkeu di depan anggota DPD di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2008).
Indeks LQ-45 turun 17,137 poin (3,35%) ke posisi 494,392 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 9,689 poin (2,21%) ke level 429,135.
Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 55.205 kali, dengan volume 3,241 miliar unit saham, senilai Rp 4,601 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 188 saham turun dan 24 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya di top losser antara lain, Timah (TINS) turun Rp 2.150 menjadi Rp 28.250, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 1.500 menjadi Rp 23.100, PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 900 mejadi Rp 8.600, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 350 menjadi Rp 5.550 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 200 menjadi Rp 3.325.
Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 menjadi Rp 22.600, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 3.075 dan Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 9.250.
(ir/qom)











































