"Tiga proyek BNBR senilai US$ 2,9 miliar, yang saat ini sedang ongoing, akan segera dialihkan ke anak usaha kita yang baru dibentuk yaitu PT Bakrie Indo Infrastructure," ungkap Direktur Keuangan BNBR, Yuanita Rohali, usai RUPSLB di hotel Intercontinnental, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Senin (17/3/2008).
Tiga proyek tersebut adalah proyek pembangunan jalur pipa (pipeline) senilai US$ 1,2 miliar, pembangkit listrik (powerplant) senilai US$ 1,4 miliar dan jalan tol (toll road) senilai US$ 300 juta.
Pengalihan proyek tersebut terkait dengan rencana BNBR yang beralih fungsi sebagai holding company dari seluruh anak usahanya.
"Kita berencana menjadi perusahaan strategic investment saja, sehingga semua proyek-proyek yang sedang ongoing akan kita alihkan ke anak usaha. Untuk 3 proyek tersebut akan kita alihkan ke Bakrie Infrastructure," ulas Yuanita.
PT Bakrie Indo Infrastructure merupakan anak usaha BNBR yang baru saja dibentuk dan nantinya akan menangani seluruh proyek infrastruktur BNBR.
Saat ini beberapa proyek infrastruktur BNBR ditangani juga oleh PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Rencananya setelah Bakrie Infrastructure beroperasi, ELTY hanya akan fokus pada proyek-proyek properti.
"Bakrie Infrastructure sudah terbentuk, namun masih dalam proses di departemen hukum dan HAM," ujar Yuanita.
Untuk rencana tersebut, BNBR baru saja mengadakan RUPSLB yang salah satu agendanya adalah merombak susunan direksi perusahaan.
Hasil RUPSLB menyetujui pergantian Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Sulistyo Umar menjadi Nalinkant A Rathod. Bobby Gafur kini menempati jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BNBR. Sementara dalam Bakrie Infrastructure, Bobby menduduki jabatan sebagai Direktur Utama. (dro/qom)











































