FIF Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun Mei

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun Mei

- detikFinance
Selasa, 18 Mar 2008 15:34 WIB
Jakarta - PT Federal International Finance (FIF), Anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan sepeda motor, berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun bulan Mei mendatang.

"FIF akan menerbitkan obligasi Rp 1 triliun Mei mendatang. Obligasi tersebut merupakan tahap pertama dari total obligasi senilai Rp 2 triliun yang akan diterbitkan tahun ini," ujar Presiden Direktur FIF, Suhartono dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (18/3/2008).

Rencananya, dana perolehan akan digunakan sebagai salah satu sumber pembiayaan sepeda motor tahun 2008 yang ditargetkan mencapai Rp 12,5 triliun.

Obligasi tahap pertama tersebut memiliki tenor 370 hari hingga empat tahun. Mengenai tingkat kupon bunga baru akan ditentukan pada Public Expose (PE) 1 April mendatang. Sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Mei 2008.

"Tahap pertama kita terbitkan dulu Rp 1 triliun, kalau kondisi pasar bagus dan industri motor mendukung, kita akan terbitkan lagi Rp1 triliun," ujar Suhartono.

Dalam rencana tersebut, FIF telah menunjuk PT Kresna Graha Sekurindo, Mandiri Sekuritas, and Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi.

"Dana obligasi, investasi offshore, dan equity mengambil porsi 40% dari pembiayaan tahun ini, sekitar Rp 5 triliun. Sementara sisanya 60%, senilai Rp 7,5 triliun diperoleh dari joint financing beberapa bank," ungkap Suhartono.

Bank-bank tersebut antara lain, Bank Permata, Bank Mega, BNI, Bank Niaga, NISP, Bank Commonwealth, Citibank, GE Finance, BSM, Bank Syariah Mega Indonesia, dan Bank Lippo.

Sementara target sepeda motor yang akan dibiayai sebanyak 1 juta unit. Sekitar Rp 10 triliun akan digunakan untuk pembiayaan motor baru, sisanya Rp 2,5 triliun untuk pembiayaan motor bekas dan barang elektronik.

Pada pembiayaan tahun 2007, total pembiayaan sepeda motor FIF adalah sebesar Rp 10,8 triliun, terdiri atas Rp 8,3 triliun pembiayaan motor baru, dan sisanya motor bekas dan alat elektronik.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads