Bursa Saham Semarak Sesaat

Bursa Saham Semarak Sesaat

- detikFinance
Rabu, 19 Mar 2008 09:38 WIB
Jakarta - Bursa-bursa regional langsung semarak, setelah Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk menurunkan suku bunga kuncinya sebesar 75 basis poin menjadi 2,25%.

Keputusan itu diambil dalam Federal Open Market Committee (FOMC) Selasa (18/3/2008) waktu AS. Keputusan itu diambil melalui voting 8:2. The Fed juga memberi sinyal adanya penurunan suku bunga lebih lanjut.

Bank yang dipimpin Ben Bernanke itu mengambil keputusan cepat ditengah melemahnya perekonomian AS dan krisis kredit yang semakin mengkhawatirkan.

FOMC dalam pernyataannya mengindikasikan the Fed selalu siap untuk mengambil langkah cepat jika diperlukan untuk menstabilisasi perekonomian yang sedang rapuh.

"Informasi yang terbaru mengindikasikan bahwa proyeksi ekonomi untuk aktivitas perekonomian telah melemah. Pertumbuhan belanja konsumen telah melambat dan kondisi perburuhan melemah," jelas FOMC dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (19/3/2008).

"Pasar finansial masih dalam tekanan yang cukup besar, sementara kondisi kredit dan kontraksi sektor perumahan kemungkinan masih akan menggelayuti pertumbuhan ekonomi dalam beberapa kuartal kedepan," jelas FOMC.

Keputusan the Fed itu langsung membuat Wall Street cerah ceria. Indeks Dow Jones menguat hingga 420,41 poin (3,51%) ke level 12.392,66. Kenaikan itu merupakan yang terbesar sejak Juli 2002.

Bursa-bursa regional pun langsung ikut terangkat. Seperti Tokyo menguat 2,75%, Singapura menguat 2,5%, Seoul naik hingga 2,4%.

Sementara IHSG di Bursa Efek Indonesia dibuka langsung menguat hingga 46,553 poin (1,99%) ke level 2.386,348.

Investor mengartikan penurunan suku bunga tersebut sebagai kepercayaan diri the Fed ditengah krisis yang semakin buruk.

"The Fed mungkin memberikan yang terbaik bagi semuanya. Kita mendapatkan penurunan suku bunga yang besar, sesuai dengan keinginan pasar," jelas Robert Brusca dari FAO Economics.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads