Pasar Valas Masih Penuh Gejolak

Pasar Valas Masih Penuh Gejolak

- detikFinance
Sabtu, 22 Mar 2008 16:05 WIB
Tokyo - Kondisi pasar valas masih dipenuhi ketidakpastian. Investor masih belum tahu kapan krisis finansial AS akan berakhir, dan berapa total kerugian yang akan diderita para lembaga keuangan.

Kondisi itu telah melontarkan dolar AS ke posisi terendahnya atas euro dan yen. Namun pada akhir perdagangan pekan ini, dolar AS akhirnya mampu bangkit dari posisi terendahnya, karena investor menyambut libur panjang.

Pada akhir perdagangan Jumat (21/3/2008) di Tokyo, dolar menguat tipis di level 99,62 yen, dibandingkan sebelumnya di posisi 99,37 yen. Sementara euro menguat ke posisi 1,5442 dolar, dibandingkan sebelumnya diposisi 1,5436 dolar.

Perdagangan di pasar Tokyo berjalan cukup sepi, sementara mayoritas pasar finansial dunia libur.

Dolar AS akhirnya bangkit dari posisi terendahnya setelah Bank Sentral Philadelphia mengeluarkan data aktivitas manufaktur yang lebih baik dari ekspektasi. Bank Sentral Philadelphia mengungkapkan, indeks manufaktur membaik ke minus 17,4 pada Maret, dibandingkan minus 24 pada Februari dan juga lebih baik dari rata-rata ekspektasi pasar yang minus 20.

Menurut Direktur NTT Smarttrade, Takashi Kudo para investor masih akan meneruskan aksi pembalikan carry trade.

"Sehingga yen kemungkinan akan memiliki performa yang terbaik dibandingkan mata uang lainnya," jelas Kudo seperti dikutip dari AFP, Sabtu (22/3/2008).

Carry trade adalah perilaku investor yang melepas portofolio dengan yield rendah seperti yen, untuk kemudian diinvestasikan dalam aset dengan yield yang lebih tinggi. Namun kondisi pasar finansial yang sedang bergejolak mampu membalikkan aksi carry trade. Mereka kini berbalik mencari instrumen investasi yang lebih aman seperti yen, sehingga mata uang itu terus menguat terhadap dolar AS dan mata uang lainnya.

"Ada tekanan untuk mengkonversikannya kedalam cash seiring dengan tren pelemahan ekonomi AS. Cukup sulit untuk memrediksi kapan pasar valas akan membaik," ujar Satoshi Okagawa, Forex Trading Group Sumitomo Mitsui Banking Corp.

Sepanjang pekan lalu, dolar AS terperosok ke level terendahnya terhadap euro di level 1,5905, dan terpuruk ke level terendah atas yen dalam 12 tahun terakhir di 95,75 yen. Dolar juga tercatat melemah atas dolar Taiwan, won dan baht. Namun dolar AS menguat atas dolar Singapura, peso Filipina dan rupiah.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads