"Kita berencana membangun cement mill di Cirebon tahun ini. Nilainya kira-kira US$ 40-45 juta," ujar Direktur Keuangan INTP, Christian Kartawijaya, usai paparan publik di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Senin (24/3/2008).
Pembangunan pabrik tersebut diharapkan mampu menambah kapasitas produksi INTP sebesar 1,2 juta ton. Rencananya, pabrik tersebut beroperasi kuartal II 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga tahun 2011, INTP menargetkan mampu mencapai kapasitas produksi sebesar 20 juta ton per tahun. Untuk mencapai target tersebut, INTP berencana melakukan berbagai modifikasi pabrik.
"Antara lain di pabrik Citereup, Cirebon dan Tarjun (Kalsel). Selain itu, perseroan juga akan melakukan diversifikasi penggunaan energi minyak, menyusul kenaikan harga minyak," ujar Christian.
Sementara di 2008, INTP menganggarkan belanja modal (capex) sebesar US$ 80-90 juta. Dari dana tersebut, selain untuk pembangunan pabrik Cement Mill, akan digunakan untuk maintenance usaha.
"Sumber pendanaan akan menggunakan kas internal, karena EBITDA kita masih kuat. Namun akan diadakan RUPS Mei mendatang untuk pembicaraan lebih lanjut," ulas Christian.
Di tahun 2007, INTP membukukan volume penjualan sebesar 14,5 juta ton. Komposisinya 10,7 juta ton untuk kebutuhan domestik, 3,8 juta ton untuk ekspor.
"Penjualan di 2007 sekitar Rp 7,323 triliun. Laba bersihnya sekitar Rp 984 miliar," papar Christian. (dro/ir)











































