"Total nilai proyek 10 PLTU kira-kira Rp 2 triliun. Komposisi pendanaannya 30% internal, sisanya pinjaman. Jadi total pinjaman yang sedang dijajaki sebesar Rp 1,4 triliun," ujar Direktur EMP, Djoko Winarno, kepada detikFinance, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (25/3/2008).
Proyek 10 PLTU tersebut dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Utara dan Bangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLTU yang akan dibangun ini di Kalimantan Barat tersebar di Pontianak, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas. Kalimantan Timur ada di Kutai Barat, Kutai Timur dan Malinau. Sumatera Utara ada di Medan, dan satu lagi ada di Bangka.
Untuk pemenuhan bahan bakar PLTU, EMP saat ini sedang menjajaki kontrak pasokan batubara dengan perusahaan batubara setempat.
"Kalau Kalimantan Timur kita sedang jajaki dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Untuk di Kalimantan Barat kita akan menggunakan tambang milik sendiri yang saat ini sedang dalam proses eksploitasi," ungkap Djoko.
Tambang batubara yang dimaksud adalah beberapa tambang yang baru saja diakuisisi oleh TRUB, selaku induk perusahaan EMP, dalam rangka memenuhi kebutuhan proyek 10 PLTU dan ekspansi usaha.
(dro/ddn)











































