IPO BUMN Tunggu Pasar Membaik

IPO BUMN Tunggu Pasar Membaik

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2008 16:22 WIB
Jakarta - Program privatisasi BUMN di tahun 2008 akan terus berjalan, namun dalam pelaksanaannya pemerintah akan lebih hati-hati dalam melakukannya untuk BUMN yang akan IPO (Initial Public Offering) karena kondisi pasar saham yang belum kondusif.

Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu mengatakan tidak ada penundaan program privatisasi BUMN di tahun ini.

"Persiapan privatisasi terus dilakukan sambil menunggu kondisi pasar membaik," ujarnya dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (24/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said menuturkan harus dicari alternatif untuk mengantisipasi jika setoran hasil privatisasi kepada APBN 2008 yang semula direncanakan sebesar Rp 1,5 triliun sulit dicapai.

"Setoran hasil privatisasi ke APBN yang semula direncanakan sebesar Rp 1,5 triliun dicarikan sumber lain untuk mengantisipasi apabila kondisi harga saham tidak kondusif. Program privatisasi tetap diteruskan tapi tidak lagi untuk menutup defisit APBN tapi ditujukan untuk penyehatan perusahaan," tuturnya.

Adapun pada tahun 2008 ini ada 34 BUMN yang diusulkan dalam program privatisasi tahunan 2008, dan 10 BUMN diantaranya merupakan pengalihan dari program privatisasi yang tertunda pada 2007.

Sementara dari 34 BUMN tersebut yang mekanisme privatisasinya melalui IPO ada sebanyak 11 BUMN, antara lain Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Bank Tabungan Negara (BTN), PTPN III, PTPN IV, PTPN VII.
(dnl/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads