FREN Andalkan Kas Internal dan Waran

FREN Andalkan Kas Internal dan Waran

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2008 18:08 WIB
FREN Andalkan Kas Internal dan Waran
Jakarta - Anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) di 2008 mengandalkan kas internal dan waran. Perseroan memutuskan tidak melakukan aksi korporasi berupa pinjaman bank ataupun penerbitan obligasi.

"Pendanaan capex tahun ini dari kas internal dan waran. Kita memutuskan tidak akan melakukan aksi korporasi baik pinjaman bank maupun penerbitan obligasi tahun ini," ujar Presiden Direktur FREN, Wityasmoro Sih Handayanto, usai RUPST di Menara Kebon Sirih, Jakarta, Senin (25/3/2008).

Capex yang dianggarkan perseroan tahun 2008 ini sekitar US$ 140-170 juta. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan infrastruktur usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar 80-85% akan digunakan untuk membangun sekitar 1000 BTS baru tahun ini. Saat ini kita sudah punya 1000 BTS. Sisanya untuk operasional," ungkap Wityasmoro.

Pendanaan capex tersebut akan menggunakan kas internal perseroan yang saat ini masih sebesar US$ 110 juta dan pencairan 55 juta waran senilai Rp 12,375 miliar.

"Dana kas internal kita yang masih ada sebesar US$ 110 juta itu merupakan sisa dari hasil penerbitan obligasi tahun 2007 lalu," ulas Wityasmoro.

Pada bulan Maret 2007 lalu perseroan menerbitkan obligasi sebesar Rp 675 miliar dan pada Agustus 2007 kembali menerbitkan global bond sebesar US$ 100 juta.

Melalui pembangunan BTS tersebut, FREN menargetkan mampu menambah jumlah pelanggannya sebanyak 1,5 hingga 2,5 juta pelanggan.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai penggunaan seluruh kas internal dan waran untuk pendanaan capex 2008, Wityasmoro menyatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah.

"Walaupun seluruh kas internal dan waran akan kita gunakan, namun kita optimis pemasukan dari operasional kita nanti, dapat kembali mengisi kas kita," jelas Wiyasmoro.

Pada tahun 2007 lalu, perseroan membukukan pendapatan kotor sebesar Rp 1,118 triliun dan laba bersih sebesar Rp 50,3 miliar.

Namun berdasarkan hasil RUPST yang baru saja dilangsungkan, diputuskan bahwa perseroan tidak melakukan penyisihan laba bersih sebagai dana cadangan.

"Hal tersebut dilakukan mengingat akumulasi saldo laba perseroan sampai dengan tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2007 masih negatif atau defisit," ulas Wityasmoro.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads