"Rencananya HIPMI Tower akan dibangun di Jalan Gatot Subroto. Nilai proyeknya sekitar Rp 300-400 miliar. Pembangunannya kira-kira pertengahan 2008 ini," ujar Corporate Secretary GPRA, Rosihan Saad, di hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (26/3/2008).
Untuk pengerjaan proyek tersebut, Rosihan memperkirakan menghabiskan waktu antara 15 hingga 18 bulan. Sementara luas lahan yang dibutuhkan diperkirakan seluas 7.000 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pendanaan, sebagian akan diperoleh dari penerbitan obligasi dan sisanya kombinasi kas internal, pinjaman bank atau investor strategis.
"Mengenai rencana penerbitan obligasi, kira-kira akan sebesar Rp 500 miliar. Masih di semester ini karena menggunakan laporan keuangan Desember 2007. Komposisi perolehan dana 60% untuk proyek baru, sisanya untuk refinancing," papar Rosihan.
Untuk pengerjaan proyek HIPMI Tower, GPRA menunda sementara pengerjaan proyek The Crowne City yang sedang berjalan (on going).
"HIPMI Tower didahulukan, karena proyek Crowne City masih terkendala pembebasan lahan," ujar Rosihan.
Proyek The Crowne City yang terletak di Semanggi salah satu proyek terdepan yang sedang dibangun oleh GPRA. Rencananya dibangun pada 2008 hingga 2011. Nilai proyek ini Rp 1-1,5 trilliun.
GPRA adalah perusahaan properti pengembang The Belleza Permata Hijau, The Bellagio Residence, Bellagio Mansion, dan Depok Maharaja.
(dro/ddn)











































