PTBA Bidik Pasar Batubara Kalimantan 2 Juta Ton

PTBA Bidik Pasar Batubara Kalimantan 2 Juta Ton

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2008 19:26 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) membidik pasar batubara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur sebesar 2 juta ton di 2008.

"Melalui anak usaha kita, Bukit Asam Prima, kita menargetkan penjualan batubara sebanyak 2 juta ton tahun ini," ujar Corporate Secretary PTBA, Eko Budhiwijayanto kepada detikFinance, usai bincang-bincang di restoran Sari Kuring, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Jumat (28/3/2008).

Bukit Asam Prima (BAP) merupakan anak usaha PTBA yang khusus menangani penjualan batubara di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. BAP baru beroperasi akhir tahun 2007 lalu. "Kontribusi penjualan BAP di 2007 sekitar 1 juta ton," ulas Eko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total penjualan PTBA di 2007 sebanyak 10,85 juta ton. Di tahun 2008 ini PTBA menargetkan penjualan batubara sebesar 13 juta ton.

Target pertumbuhan volume penjualan PTBA di 2008 yang sebesar 2,15 juta ton (13 juta ton dikurangi 10,85 juta ton), terutama akan didorong oleh kontribusi penjualan BAP di Kalimantan yang ditargetkan sebesar 2 juta ton tahun 2008
ini.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Eko mengakui bahwa keterbatasan kapasitas angkut batubara dari tambang Tanjung Enim, Sumatera, ke wilayah distribusi yang masih terhambat menjadikan kontribusi BAP cukup penting
bagi target penjualan PTBA di 2008.

"Di tahun 2007, kontribusi BAP cukup penting untuk memenuhi kebutuhan di PLTU Suralaya dan PLTU Tarahan milik PLN. Karena keterbatasan kapasitas angkut dari Tanjung Enim, maka batubara dari BAP di blending dengan yang dari Tanjung Enim, kemudian dikirim ke Suralaya dan Tarahan," tutur Eko.

Eko mengungkapkan kapasitas produksi PTBA saat ini sesungguhnya mencapai 20 juta ton per tahun. Namun karena keterbatasan alat angkut, hasil produksi PTBA yang bisa didistribusikan hanya berkisar 8-10 juta ton per
tahunnya. Sementara sisanya dibeli dari luar perusahaan.

"Batubara yang dijual oleh BAP juga diperoleh dari luar perusahaan. Saat ini memang masih untuk memenuhi kebutuhan PLTU Suralaya dan Tarahan. Namun di tahun 2008 ini, kita menargetkan penjualan BAP sebesar 2 juta ton untuk distribusi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur," ungkap Eko. (dro/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads