Demikian Direktur CTRA, Artadinata Djangkar, dalam jumpa pers di kantornya, Jl Satrio, Jakarta, Senin (31/3/2008).
Ciputra World merupakan proyek superblok milik CTRA yang berlokasi di dekat kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Keseluruhan proyek ini bernilai sekitar Rp 6 triliun (tanpa tanah). "Pembangunannya dimulai pada Januari 2008 lalu," ujar Artadinata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kavling 3.5 telah dimulai pengerjaannya pada Januari 2008 lalu. Pengerjaan Kavling 6 rencananya dimulai pada semester II 2008.
"Kavling 3.5 dan 6 diharapkan operasi sekitar 2010-2011. Untuk Kavling 11 pengerjaannya setelah 3.5 dan 6 selesai," ulas Artadinata.
Untuk pendanaan Kavling 3.5 dan 6, akan digunakan dana perolehan hasil IPO sebesar Rp 2,1 triliun dan dana perolehan dari pra penjualan.
"Sekitar 70% dana IPO akan digunakan untuk Kavling 3.5, sisanya untuk Kavling 6, ditambah dana pra penjualan. Kalau nanti kurang, kita akan melakukan pinjaman bank, tapi jumlahnya akan sangat kecil," jelas Artadinata.
Nilai investasi Kavling 3.5 sekitar Rp 3 triliun, dan Kavling 6 sekitar Rp 800-900 miliar. Sementara Kavling 11 masih dalam pembicaraan.
CTRA adalah perusahaan pengembang properti komersil seperti Mal dan Hotel Ciputra di Grogol dan Semarang, kemudian Apartemen Somerset Grand Ciputra, Jakarta.
Selain proyek Ciputra World, CTRA saat ini sedang menjajaki kerjasama dengan 2 pemilik lahan di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta.
"Belum bisa kita expose, namun saat ini kita sedang menjajaki kerjasama dengan 2 pemilik lahan di CBD Jakarta. Luas lahannya masing-masing 3 Ha dan 9 ribu meter persegi," ungkap Artadinata.
Pada tahun 2007, CTRA membukukan pendapatan sebesar Rp 294 miliar dan laba bersih sebesar Rp 91 miliar. Sementara total aset CTRA saat ini sebesar Rp 3 triliun.
"Untuk target tahun ini masih kita hitung, karena kita baru saja memulai proyek Ciputra World beberapa bulan lalu," tutur Artadinata.
(dro/qom)











































