"Kita sudah adakan MoU dengan BUMN dari China, namanya CSPC. Mereka mau bangun pabrik disini, mungkin tahun depan," ujar Direktur Utama INAF, P Sudibyo usai jumpa pers di restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Selasa (1/4/2008).
Saat kerjasama strategis tersebut masih dalam tahap penyediaan bahan baku Cephalosforin, yang merupakan bahan baku antibiotik. Penyediaan bahan baku antibiotik, merupakan salah satu faktor penting bagi kelangsungan usaha INAF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kerjasama ini, kita mengharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah tersebut," ujar Sudibyo.
Melalui kerjasama tersebut, INAF juga menargetkan dapat memperluas pasar ke ASEAN. Rencananya, tahun 2009 INAF sudah dapat mendistribusikan produknya di tingkat regional ASEAN.
"Tahun ini kita sedang dalam persiapan menuju kesana. Kita sedang melakukan renovasi pabrik agar memenuhi Current Good Manufacturing Practicing (CGMP). Nilainya sekitar Rp 32 miliar," ulas Direktur Keuangan INAF, Deden.
Melalui berbagai langkah tersebut, INAF optimistis mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 25 miliar di tahun 2008, dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 1,8 triliun. (dro/ir)











































