"Kita sedang jajaki kerjasama distribusi alat kesehatan dengan Iran. Kita harapkan tahun ini sudah bisa berjalan, sehingga IGM bisa sepenuhnya lepas dari INAF," ujar Direktur Keuangan IGM, Elfiano Rizaldi, usai jumpa pers di restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Selasa (1/4/2008).
Namun, Rizaldi belum dapat memberikan informasi mengenai nilai kerjasama tersebut. Negara-negara yang saat ini sedang melakukan kerjasama alat kesehatan dengan IGM adalah China dan Korea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awal tahun 2007 INAF dan IGM sudah mulai lepas dan membagi tugas. INAF fokus di produksi, sedangkan IGM fokus di distribusi produk-produk INAF.
"Di akhir 2007, IGM bahkan sudah mulai mendistribusikan produk-produk selain INAF. Di tahun 2008 ini, IGM diharapkan akan mulai mendistribusikan juga bahan baku obat-obatan untuk INAF, sehingga INAF tidak bergantung pada trader dari luar," ujar Rizaldi.
Saat ini, komposisi produk obat yang didistribusikan IGM adalah produk obat INAF sekitar 40%, dan sisanya produk lain.
"Tahun 2007, kontribusi revenue IGM ke INAF sebesar Rp 1,225 triliun dari total revenue INAF di 2007 yang sebesar Rp 1,273 triliun. Melalui berbagai program tadi, diharapkan tahun ini kontribusi INAF bisa menjadi Rp 1,8 triliun," ulas Rizaldi.
Saat ini komposisi penjualan IGM sekitar 75% dari produk obat-obatan, sisanya produk alat kesehatan. Di tahun 2008 ini, komposisinya akan menjadi 40% untuk produk alat kesehatan, terutama melalui kerjasama dengan Iran dan sisanya dari produk obat-obatan.
"Jadi jika di 2007, obat-obatan senilai Rp 900 miliar dan alat kesehatan Rp 300 miliar. Maka di 2008 ini, obat-obatan akan jadi Rp 1 triliun dan alat kesehatan Rp 800 miliar," ungkap Rizaldi. (dro/ir)











































