Pasar Saham Digerogoti Pelemahan

Pasar Saham Digerogoti Pelemahan

- detikFinance
Kamis, 03 Apr 2008 08:19 WIB
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih menunjukkan arah pelemahan. Sentimen dari dalam negeri dan pergerakan global bisa menggerogoti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan saham Kamis (3/4/2008) IHSG diprediksi masih sulit menguat. Tingginya inflasi Maret 0,95% dan year on year 8,17% masih menjadi sentimen negatif. Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (2/4/2008), IHSG terjun 51,060 poin (2,13%) ke posisi 2.342,189.

Pasar saham juga menantikan putusan rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Kamis siang ini yang diprediksi akan tetap mempertahankan BI Rate 8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa di Wall Street menggelinding negatif karena investor cemas akan naiknya harga minyak mentah yang akan membuat belanja konsumen tertekan. Harga minyak di New York pada penutupan perdagangan 2 April naik hingga US$ 3,85 menjadi US$ 104,83 per barel.

Saham Dow Jones pun akhirnya terkoreksi  48,53 poin (0,38%) menjadi 12.605,83. Indeks The Standard & Poor's 500 turun 2,65 poin (0,19%) menjadi 1.367,53 dan Nasdaq turun 1,35 poin (0,06%) menjadi 2.361,40. Sedangkan bursa saham Jepang pada Kamis pagi ini melemah tipis 3,41 poin (0,03%) menjadi 13.185,95.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas


IHSG bergerak melemah dalam perdagangan kemarin didorong oleh aksi jual terhadap saham unggulan seperti BUMI dan ASII. Investor khawatir terhadap tingginya angka inflasi periode Maret yang jauh di atas ekspektasi. Para investor asing untuk sementara diindikasikan beralih ke bursa regional lain yang telah diskon cukup tinggi dari posisi tertingginya serta memiliki ekonomi lebih stabil seperti Singapura (STI) dan Hongkong (Hangseng).

Untuk jangka pendek situasi masih akan fluktuatif, dimana jika terjadi rebound sesaat akan dimanfaatkan oleh investor ritel (trader jangka pendek) untuk melakukan selling (jual). Investor juga menanti pandangan dan kebijakan BI terkait inflasi serta BI Rate. Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan arah melemah baik dari momentum, maupun stochastic indikator. Kisaran support-resistance 2.270-2.386.

Optima Securites

Indeks kembali ditutup melemah 51 poin ke posisi 2.342 ditengah bullishnya bursa regional dipicu sentimen negatif inflasi juga adanya perkiraan dari Bank Dunia dan ADB yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 6% jauh di bawah target pemerintah sebesar 6,4%.

Kondisi makro domestik memang sedang tertekan namun sebenarnya merupakan gejala global dan dalam skala tolerable. Tingginya inflasi Maret membuat keputusan tentang BI rate pada hari ini sulit untuk turun. Sementara itu, pidato Ben Bernanke akan menjadi fokus  serta menentukan arah Dow Jones. Indeks hari ini diperkirakan melemah dikisaran 2.300-2.400  dengan saham pilihan: BMRI, TLKM, PTBA, TINS,  dan AALI.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads