Rupiah Mampu Tahan Inflasi

Rupiah Mampu Tahan Inflasi

- detikFinance
Kamis, 03 Apr 2008 14:22 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat selama triwulan I-2008 rupiah bergerak stabil. Dalam periode itu rupiah juga mampu menahan tekanan inflasi yang lebih tinggi akibat meningkatnya harga komoditas internasional.

Demikian dikatakan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Goeltom dalam jumpa pers usai rapat dewan gubernur (RDG), Jakarta, Kamis (3/4/2008).

Rata-rata nilai tukar rupiah pada triwulan I-2008 tercatat sebesar 9.258 per dolar AS. Nilai tukar ini ditopang oleh kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap surplus, seiring dengan tingginya harga komoditas internasional.
Cadangan devisa pada triwulan I-2008 juga meningkat menjadi US$ 59 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BI melihat tekanan inflasi ke depan masih cukup tinggi dan didominasi oleh tekanan dari sisi biaya terutama akibat tingginya harga komoditas internasional atau imported inflation.

Berkaitan dengan itu, menurut Miranda, BI senantiasa mengelola ekspektasi inflasi masyarakat diantaranya dengan menjaga agar tidak terjadi kelebihan likuiditas di pasar uang.    
 
Miranda juga mengatakan BI akan terus menjaga nilai tukar rupiah di posisi yang stabil. "Mengenai berapa levelnya mau nanya 500 kali juga enggak akan saya jawab. Masalahnya bukan bawa-bawaan tapi kita akan terus memperhatikan pergerakan nilai tukar supaya tetap terjaga stabil," tutur Miranda. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads