Demikian dikatakan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Goeltom dalam jumpa pers usai rapat dewan gubernur (RDG), Jakarta, Kamis (3/4/2008).
Rata-rata nilai tukar rupiah pada triwulan I-2008 tercatat sebesar 9.258 per dolar AS. Nilai tukar ini ditopang oleh kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap surplus, seiring dengan tingginya harga komoditas internasional.
Cadangan devisa pada triwulan I-2008 juga meningkat menjadi US$ 59 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaitan dengan itu, menurut Miranda, BI senantiasa mengelola ekspektasi inflasi masyarakat diantaranya dengan menjaga agar tidak terjadi kelebihan likuiditas di pasar uang.
Miranda juga mengatakan BI akan terus menjaga nilai tukar rupiah di posisi yang stabil. "Mengenai berapa levelnya mau nanya 500 kali juga enggak akan saya jawab. Masalahnya bukan bawa-bawaan tapi kita akan terus memperhatikan pergerakan nilai tukar supaya tetap terjaga stabil," tutur Miranda. (ir/qom)
