Pada penutupan perdagangan saham Kamis (3/4/2008) IHSG anjlok hingga 104,218 poin (4,45%) ke level 2.237,971. Sebelumnya posisi IHSG terendah terjadi pada 22 Januari 2008 yang ambles hingga 191,355 poin di level 2.294,524.
"Faktor dalam negeri menjadi pemicu penurunan IHSG yang sangat dalam," kata analis saham dari BNI Securities, Alfatih ketika dihubungi detikFinance, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bertahannya BI Rate di level 8% makin membuat pasar percaya BI tidak akan lagi memotong suku bunganya karena tren inflasi ke depan yang terus naik akibat melonjaknya harga komoditas dunia.
Indeks LQ-45 turun 24,825 poin (4,96%) ke level 475,391 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 21,251 poin (4,97%) menjadi 405,911.
Sementara bursa regional kebanyakan ditutup menguat seperti Australia naik 1,82%, Hangseng naik 1,64%, Kosdaq naik 0,21%, Seoul naik 1,23%, Nikkei naik 1,52%, Shanghai naik 2,94% dan STI Singapura naik 1,56%.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini mencatat transaksi sebanyak 70.210 kali, dengan volume 5,159 miliar unit saham, senilai Rp 7,991 triliun. Sebanyak 17 saham naik, 187 saham turun dan 33 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 2.050 menjadi Rp 20.750, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.650 menjadi Rp 19.800, Timah (TINS) turun Rp 1.050 menjadi Rp 27.100, Telkom (TLKM) turun Rp 300 menjadi Rp 9.400, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 450 menjadi Rp 4.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 125 menjadi Rp 3.025.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Sentul City (BKSL) naik Rp 10 menjadi Rp 580, Pakuwon Jati (PWON) naik Rp 10 menjadi Rp 510 dan Davomas Abadi (DAVO) naik Rp 5 menjadi Rp 270.
(ir/qom)











































