"Tahun ini kita akan memulai pembangunan superblok lagi di Puri Indah. Namanya The St Moritz Penthouses and Residences senilai US$ 1,2 miliar," ujar Direktur Lippo, Michael Riady, dalam jumpa pers di hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
Kompleks ini memiliki 11 menara, terdiri dari apartemen, hotel, kantor, rumah sakit, dan berbagai fasilitas penunjang hiburan. Kawasan superblok ini dibangun di atas lahan seluas 12 hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan proyek ini akan dibagi dalam 2 tahap. Tahap pertama dimulai pada triwulan III-2008, dan ditargetkan selesai 2010.
"Tahap pertama akan dikerjakan 3 menara apartemen dan beberapa fasilitas hiburan," ulas Danang.
Tahap terakhir akan dikerjakan mulai 2010 hingga 2013. Pada tahap terakhir tersebut, rencananya juga akan dibangun Menara Lippo.
"Menara Lippo termasuk didalamnya hotel bintang lima dan kantor. Menara Lippo ini memiliki 65 tingkat, rencananya akan menjadi menara tertinggi di Jakarta," ungkap Michael.
Sementara untuk pra pembangunan tahap satu, pendanaannya akan dianggarkan
dalam belanja modal (capital expenditure/capex) Lippo di 2008 yang dianggarkan sebesar Rp 1,5-2 triliun.
"Dana tersebut untuk pengerjaan pra tahap 1 St Moritz, pengerjaan tahap dua Kemang Village, pembangunan rumah sakit, dan rencana Lippo membangun sebuah superblok lagi di kawasan Permata Hijau," ungkap Danang.
Kemang Village merupakan salah satu proyek superblok Lippo yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Saat ini pengerjaan Kemang Village tahap satu sudah hampir selesai.
Pada kuartal dua tahun 2008 ini Kemang Village akan memasuki pengerjaan tahap dua. Keseluruhan proyek Kemang Village bernilai US$ 880 juta.
(dro/ddn)











































