IHSG pada perdagangan akhir pekan Jumat (4/4/2008) diprediksi masih akan mengalami tekanan. Namun jika aksi jual mereda terutama saham Bumi Resources, IHSG bisa rebound.
Pasar saham dalam negeri bergerak anomali dengan pelemahan ini karena bursa regional justru mencatat kenaikan positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis saham Alfatih mengatakan faktor inflasi bulan Maret yang tinggi sebesar 0,95% dan year on year yang mencapai 8,17% bikin investor cemas, karena khawatir akan membuat pemerintah mengambil putusan menaikkan BBM bersubsidi.
Pelaku pasar juga terpojok dengan proyeksi dari Bank Dunia, IMF dan ADB yang mematok pertumbuhan Indonesia tahun 2008 lebih rendah dari target pemerintah.
Analis Ikhsan Binarto dari Optima Securites mengatakan pelemahan IHSG dimotori saham Bumi Resources, yang mengalami penjualan besar-besaran sehingga membuat pasar panik dan merembet ke saham lainnya. Ikhsan optimistis jika penjualan gede-gedean saham Bumi berakhir, IHSG akan normal kembali.
Sementara indeks di Wall Street pada penutupan perdagangan 3 April 2007, merangkak pelan di teritori positif. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 19,87 point (0,16%) menjadi 12.625,70. Indeks Nasdaq naik 1,90 point (0,08%) ke level 2.363,30 dan Standard & Poor's 500 bertambah 1,70 point (0,12%) menjadi 1.369,23. Investor di Wall Street belum berani berburu banyak saham karena masih cemas akan data-data ekonomi AS yang muram.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Optima Securities
Penurunan saham BUMI yang berkapitalisasi terbesar kedua setelah TLKM sejak awal pekan ini membawa sentimen negatif ke indeks sehingga kembali melemah 104 poin keposisi 2.237. Investor lainpun terlihat ikut panik sehingga menciptakan snowball effect ke saham blue chip lainnya. Indeks akan kembali normal lagi jika great sale BUMI selesai sehingga tidak perlu panik berlebihan. Indeks diperkirakan dilevel 2.180 - 2.250 dengan saham pilihan ASII, TLKM, UNVR, TINS, dan UNTR.
Panin Sekuritas
IHSG kembali melemah signifikan pada perdagangan kemarin didorong oleh aksi jual pada saham dalam grup Bakrie, serta data inflasi yang memberikan sentimen negatif terhadap pasar. Secara teknikal, IHSG sudah berada dalam area oversold, dimana IHSG ditutup dibawah lowerband dari Bollinger band. Indikator Stochastic oscillator juga mengindikasikan saham ini sudah oversold. Meski demikian, belum ada tanda reversal baik dari momentum indikator maupun pola candlestick. Peluang rebound cukup terbuka mengingat banyak saham unggulan yang sudah 'deep oversold'. Disisi lain, harus tetap waspada mengingat pasar masih akan dilanda ketidakpastian sepanjang kuartal ini. Kisaran support-resistance 2.200-2.305.
e-Trading Securities
Masih minimnya sentimen positif, akan membuat inceks sulit keluar dari teritori negatif, terlebih jika aksi jual atas saham BUMI masih terus berlanjut. Namun secara rasional, beberapa saham blue chip seperti ASII, AALI, TLKM dan ISAT sudah
berada dalam level murah dan baik untuk diakumulasi. Kemarin investor asing juga membukukan posisi Net Buy sekitar Rp 750 miliar. Sentimen ini diperkirakan akan memberi angin segar pada pergerakan indeks hari ini.
Investor disarankan untuk kembali mulai mengakumulasi saham-saham blue chip dengan kinerja fundamental yang kuat seperti ASII, AALI dan TINS karena harganya yang sudah murah dan memberi potensi gain yang cukup tinggi. Rentang pergerakan indeks hari ini akan berada pada level 2.180 - 2.290.
Β (ir/ir)











































