Pada penutupan perdagangan saham sesi satu, Jumat (4/4/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 30,262 poin (1,35%) ke posisi 2.268,233. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB, turun tipis 5 poin ke posisi 9.215 per dolar AS.
IHSG mengikuti beberapa bursa kawasan yang positif seperti Australia naik 0,44%, Hang Seng nak 1,64%, Seoul naik 0,08%, Shanghai naik 2,94%. Sedangkan indeks Nikkei turun 1,03% dan STI Singapura turun 0,28%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 425 menjadi Rp 5.325, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 menjadi Rp 9.300, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 70 menjadi Rp 1.370, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 800 menjadi Rp 21.550, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 5.850.
Pengamat pasar modal Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance, Jumat (4/4/2008) mengakui kejatuhan indeks pada Kamis kemarin (3/4/2008) hingga 4,45 persen dipicu oleh isu-isu korporasi rencana rights issue Bumi Resources, yang memberikan efek domino dengan penjualan saham-saham berkapitalisasi besar lainnya.
"Data internal kita tidak terlalu baik, kacau akibat rumor-rumor di pasar, yang menimbulkan efek domino, sale di Bumi maka saya harus jual di Telkom dan saham lain untuk menutup kerugian, kalau ada statement buyback maka bisa menenangkan pasar yang sedang emosional," ujarnya.
Menurut Edwin adanya lelang pembelian kembali (buyback) obligasi negara yang dilakukan pemerintah setidaknya bisa menenangkan pasar yang sedang mengalami tekanan akibat isu-isu internal dalam negeri.
Apalagi dengan dukungan cadangan devisa yang sudah menembus US$ 58,98 miliar, maka pemerintah dinilai bisa menenangkan pasar.
Buyback obligasi negara akan dilakukan untuk obligasi yang jatuh tempo antara 1 Mei 2008 hingga 31 Desember 2013. Ada 34 seri obligasi negara yang akan dibuyback.
(ir/qom)











































