IHSG Berbalik Positif 39 Poin

IHSG Berbalik Positif 39 Poin

- detikFinance
Jumat, 04 Apr 2008 16:19 WIB
Jakarta - Naiknya harga saham Bumi Resources memompa pembelian selektif saham-saham unggulan. Pasar saham dalam negeri bisa terangkat dari kejatuhan yang terjadi dalam tiga hari terakhir akibat sentimen inflasi.    

Pada perdagangan saham Jumat (4/4/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 39,114 poin (1,75%) ke posisi 2.277,085. Indeks LQ-45 naik 10,471 poin (2,2%) ke posisi 485,862 dan indeks LQ-45 naik 8,930 poin (2,2%) ke level 414,841.

Dalam tiga hari berturut-turut IHSG tertekan tingginya inflasi Maret sebesar 0,95%. Tapi di akhir pekan ini sentimen inflasi mulai berkurang meski tetap diwaspadai pelaku pasar.    

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG mengikuti beberapa bursa kawasan yang positif seperti Australia naik 0,32%, Hang Seng nak 1,64%, Seoul naik 0,16%, Shanghai naik 2,94%. Sedangkan indeks Nikkei turun 0,72% dan STI Singapura turun 0,5%.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 58.749 kali, dengan volume 3,566 miliar unit saham, senilai Rp 6,524 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 55 saham turun dan 60 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 525 menjadi Rp 5.425, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 menjadi Rp 9.200, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 70 menjadi Rp 1.370, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 450 menjadi Rp 21.200, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 5.800.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 19.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 200 menjadi Rp 10.700 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 13.350.  

Pengamat pasar modal Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance, Jumat (4/4/2008) mengakui kejatuhan indeks pada Kamis kemarin (3/4/2008) hingga 4,45 persen dipicu oleh isu-isu korporasi rencana rights issue Bumi Resources yang memberikan efek domino dengan penjualan saham-saham berkapitalisasi besar lainnya.

"Data internal kita tidak terlalu baik, kacau akibat rumor-rumor di pasar, yang menimbulkan efek domino, sale di Bumi maka saya harus jual di Telkom dan saham lain untuk menutup kerugian, kalau ada statement buyback maka bisa menenangkan pasar yang sedang emosional," ujarnya.

Menurut Edwin adanya lelang pembelian kembali (buyback) obligasi negara yang dilakukan pemerintah setidaknya bisa menenangkan pasar yang sedang mengalami tekanan akibat isu-isu internal dalam negeri.

Apalagi dengan dukungan cadangan devisa yang sudah menembus US$ 58,98 miliar, maka pemerintah dinilai bisa menenangkan pasar.

Buyback obligasi negara akan dilakukan untuk obligasi yang jatuh tempo antara 1 Mei 2008 hingga 31 Desember 2013. Ada 34 seri obligasi negara yang akan dibuyback.
(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads