Pada perdagangan Jumat (4/4/2008), indeks Dow Jones Industrial Averaga (DJIA) ditutup melemah 16,61 poin level 12609,42. Standard & Poor's 500 naik 1,09% ke 1370.4. Sedangkan Nasdaq naik 7,68 poin ke level 2370,98.
Harga saham masih stagnan setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke mengakui kemungkinan terjadinya resesi di AS dan data perekonomian yang terbaru mengkonfirmasi bahwa pelemahan ekonomi AS kini sedang berjalan.
Namun secara umum, Wall Street mencatat minus. Secara rata-rata sepanjang tahun 2008, indeks Dow Jones minus 4,9%, Nasdaq minus 10,6% dan S&P minus 6,7%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memperkirakan resesi sifatnya jangka pendek dan dangkal, berakhir pada semester II tahun ini," ujarnya dalam catatan kepada klien, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/4/2008).
Ed Yardeni dari Yardeni Research mengatakan, paket stimulus fiskal sebesar US$ 168 miliar mungkin bisa memulihkan perekonomian. Namun semua tergantung pada apa yang akan dilakukan konsumen ketika menerima rabat alias pemotongan pajak yang akan dimulai Mei nanti.
Senada dengan Auth, Yardeni juga optimistis bahwa resesi akan bersifat jangka pendek dan dangkal, membentuk huruf 'U'. Resesi segera berakhir begitu stimulus fiskal berjalan dan suku bunga sudah rendah. (qom/qom)











































