Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (7/4/2008), IHSG turun 9,243 poin (0,41%) ke posisi 2.267,842. Sedangkan rupiah turun 20 poin ke level 9.215 per dolar AS.
Sementara bursa regional yang menguat siang ini antara lain, Australia naik 0,59%, Hang Seng naik 1,1%, Kosdaq naik 0,92%, Seoul naik 0,97%, Nikkei naik 1,05% dan Shanghai naik 3,04%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga menjadi perhitungan bagi para pemagang dana yang mulai menghitung-hitung apakah mereka akan masuk atau tidak," kata Miranda disela-sela acara peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2007 oleh BI di gedung B BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (7/4/2008).
Yang pasti lanjut Miranda, BI membantu menjaga agar negara ini tidak terlalu terkena dampaknya. Meskipun diakui sudah terlihat dampaknya di SUN dan yang lainnya.
BI juga akan mendukung upaya-upaya menekan inflasi dan menjaga likuiditas pasar karena tekanan eksternal memang terasa sangat kuat dan volatil.
Indonesia pada bulan Maret mencatat inflasi 0,95% dan year on year 8,17%. Pasar menilai target inflasi pemerintah sebesar 6 plus minus 1 persen bakal terlampaui karena tren inflasi yang terus naik. Kondisi inflasi inilah yang belakangan membuat pasar saham, obligasi menjadi kurang menarik.
Perdagangan sesi I mencatat transaksi sebanyak 28.728 kali, dengan volume 3,869 miliar unit saham, senilai Rp 3,047 triliun. Sebanyak 40 saham naik, 101 saham turun dan 46 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 850 menjadi Rp 18.650, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 300 menjadi Rp 2.925, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 9.250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 13.250 dan Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 6.850. (ir/qom)











































