Pada penutupan perdagangan saham, Senin (7/4/2008), IHSG akhirnya naik 9,712 poin (0,43%) ke posisi 2.286,797. Sebelumnya pada penutupan sesi I, IHSG turun 9,243 poin (0,41%) ke posisi 2.267,842.
Indeks LQ-45 naik 1,556 poin (0,32%) ke posisi 487,418 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,867 poin (1,17%) ke level 419,708.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) mengatakan, inflasi kini menjadi perhatian para pemegang dana. Di negara yang jarang terkena inflasi seperti Jepang pun kini mulai terasa. Termasuk Australia yang biasanya stabil kini inflasinya begitu terasa.
"Ini juga menjadi perhitungan bagi para pemegang dana yang mulai menghitung-hitung apakah mereka akan masuk atau tidak," kata Miranda disela-sela acara peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2007 oleh BI di gedung B BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (7/4/2008).
Indonesia pada bulan Maret mencatat inflasi 0,95% dan year on year 8,17%. Pasar menilai target inflasi pemerintah sebesar 6 plus minus 1 persen bakal terlampui karena tren inflasi yang terus naik. Kondisi inflasi inilah yang belakangan membuat pasar saham, obligasi menjadi kurang menarik.
Perdagangan hari ini mencatat transaksi sebanyak 56.738 kali, dengan volume 5,348 miliar unit saham, senilai Rp 6,330 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 90 saham turun dan 60 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 3.400 menjadi Rp 22.400, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.800 menjadi Rp 23.000, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 275 menjadi Rp 5.700, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.450, dan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 40 menjadi Rp 1.410.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 19.200, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 325 menjadi Rp 2.900 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 13.250. (ir/qom)











































