Pada perdagangan saham Selasa (8/4/2008) investor diprediksi masih hati-hati melakukan pembelian saham dalam jumlah besar. Pola pembelian selektif menjadi pilihan untuk menyiasati fluktuasi pasar saham.
Sentimen inflasi menjadi fokus perhatian pelaku pasar. Kecenderungan inflasi Indonesia yang tinggi membuat pasar yakin BI akan mengakhiri kebijakan tingkat bunga stabil di level 8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks akhirnya menguat tipis 9 poin ke posisi 2.286 ditengahnya menguatnya bursa regional seperti Hang Seng naik 1,2%, Kosdaq naik 0,8%, Seoul naik 0,4%, Nikkei naik 1,18% dan Shanghai naik 5,9%. Investor tampak masih belum agresif memburu saham dengan cara selektif buying, sementara itu saham BUMI masih terus menempati urutan pertama dari nilai transaksi. Pernyataan salah satu Deputi BI bahwa ada kemungkinan bulan depan BI menaikkan suku bunga jika data inflasi terus memburuk membuat sentimen negatif ke sektor keuangan dan manufaktur. Indeks diperkirakan masih bergerak sempit dilevel 2.260-2.310 dengan saham pilihan: TINS, AALI, UNTR, BUMI dan LSIP.
E-Trading Securities
Indeks pada perdagangan kemarin ditutup menguat tipis di level 2286,8 setelah sempat bergerak fluktuatif selama intraday. Pergerakan indeks kemarin dipicu perilaku investor yang lebih memilih untuk melakukan short term trading akibat belum stabilnya pasar saham. Pada perdagangan hari ini, indeks diperkirakan akan kembali bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Penguatan indeks akan ditopang kenaikan saham-saham blue chip yang belum kembali ke normal areanya seperti PTBA, INCO, ASII dan LSIP. Trading Buy untuk hari ini dengan rentang indeks pada level 2252-2320.
Β (ir/ir)










































