"Ada 2-3 bank yang sudah memberikan komitmen pinjaman. Nilainya berkisar antara Rp 2-5 triliun. Semuanya bank lokal," ungkap Corporate Secretary TINS, Abrun Abubakar, saat dihubungi detikFinance, Selasa (8/4/2008).
Abrun memaparkan bahwa standby loan yang diberikan oleh beberapa bank tersebut berupa komitmen pinjaman jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Abrun belum dapat menginformasikan nama-nama bank yang dimaksud. Sementara di tahun 2008 ini, TINS menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,4 triliun.
"Dana tersebut untuk membangun 3 pabrik dan membeli 8 buah kapal untuk meningkatkan produktivitas," ujar Abrun.
3 pabrik tersebut antara lain 2 pabrik baru terdiri dari pabrik tin solder dan pabrik tin chemical, serta 1 pabrik akan dibangun di Buton, yaitu pabrik ekstraksi aspal alam.
"Untuk pabrik ekstraksi aspal alam di Buton, itu untuk ekspansi usaha anak perusahaan kita, yaitu PT Timah Eksplorasi Mineral. Dananya juga kita anggarkan dalam capex Timah Grup yang Rp 1,4 triliun," ulas Abrun.
Sementara 8 buah kapal yang akan dibangun terdiri dari 7 buah kapal hisap dan 1 buah kapal keruk timah.
"Kapal keruk yang baru bisa mencapai kedalaman 70 meter. Saat ini kita punya 14 buah kapal keruk yang jangkauan kedalamannya antara 45-50 meter," papar Abrun. (dro/ir)











































