Pembangkit jenis Intergrated Gasification Combined Scycle (IGCC) atau yang lebih dikenal sebagai PLTGU Syngas ini berkapasitas 330 MW dan akan dibangun dengan investasi US$ 600 juta.
PLTGU Syngas ini berbeda dengan pembangkit batubara biasanya. Pada pembangkit ini, batubara dikonversikan ke gas dulu baru dipakai sebagai bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan mengaku optimis karena kebutuhan listrik di Bali mencapai 900 MW lebih. Sementara pembangkit listrik yang ada masih menggunakan tenaga diesel yang membuat biaya produksi menjadi mahal ketimbang memakai batubara atau gas. (lih/qom)











































