Pasar Saham Masih Diliputi Ketidakpastian

Pasar Saham Masih Diliputi Ketidakpastian

- detikFinance
Senin, 14 Apr 2008 07:56 WIB
Pasar Saham Masih Diliputi Ketidakpastian
Jakarta - Pasar saham global masih diliputi ketidakpastian karena tanda-tanda pemulihan ekonomi terutama AS belum muncul. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) waspadai pembalikan arah.

Meski masih punya potensi menguat, IHSG pada perdagangan Senin (14/4/2008) tetap bergantung pada pergerakan bursa regional.

Pada Senin pagi ini indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 1,43% mendompleng pelemahan Wall Street Jumat pekan lalu (11/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Dow Jones turun 256,56 poin (2,04%) menjadi 12.325,42. Indeks Nasdaq turun 61,46 poin (2,61%) ke posisi 2.290,24 dan S&P 500 turun 27,72 poin (2,04%) menjadi 1.332,83.

Pertemuan negara G7 pada pekan lalu memang memberikan harapan akan dukungan untuk mengurangi krisis. Tapi ada kecemasan lain, naiknya harga komoditas pangan dan energi yang oleh Bank Dunia dikhawatirkan bisa mendorong inflasi.

Kondisi pasar yang banyak ketidakpastian ini akan diantisipasi pelaku pasar dengan melakukan pembelian selektif atau memainkan pola trading.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat lalu (11/4/2008), IHSG naik tajam 67,995 poin (3,04%) ke posisi 2.303,929.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Ditengah bursa regional yang menguat, indeks naik tajam 67 poin atau lebih dari 3% ke posisi 2.303 didorong sektor mining, keuangan dan manufaktur. Nilai tukar rupiahpun terjaga dibawah Rp 9.200/USD tidak terpengaruh berita penangkapan Gubernur BI mencerminkan investor cukup rasional tidak overeacted lagi. Selanjutnya sepekan ini indeks Dow Jones banyak dipengaruhi rilis data ekonomi sehingga perlu diwaspadai bila terjadi trend pembalikan. Indeks masih terbuka untuk menguat dengan kisaran 2.270 - 2.330 dengan saham pilihan: TINS, LSIP, INCO, PTBA, dan ANTM.

eTrading Securities


Indeks Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup menguat 67,9 poin (3,04%) di level 2303,9 didorong oleh kembalinya rasionalitas investor untuk lebih melihat fundamental saham-saham yang memiliki valuasi murah.

Bursa Amerika akhir pekan lalu ditutup melemah signifikan sekitar 2,2% yang disebabkan kekhawatiran penurunan laba atas beberapa perusahaan besar seperti General Electric Co. pada kuartal pertama. Penurunan ini kemudian difaktorkan oleh bursa-bursa regional yang pagi ini dibuka melemah sekitar 1,5% seperti Nikkei, STI, KOSPI dan KLSE.

Pelemahan bursa Amerika dan regional diperkirakan akan menjadi sentimen negatif bagi Bursa Indonesia. Investor cenderung akan menggunakan sentimen negatif ini untuk melakukan profit taking atas beberapa saham yang pekan lalu telah menguat signifikan seperti AALI, BUMI, TINS dan ITMG. Indeks diperkirakan akan bergerak melemah pada kisaran rentang 2235 - 2332.
Β  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads