"Hasil RUPSLB menyetujui agenda pertama, yaitu standby letter of credit atas obligasi Malindo I yang telah diterbitkan beberapa waktu yang lalu. Nilainya Rp 300 miliar," ujar Komisaris MAIN, Tan Lai Kai, usai RUPSLB di hotel Kristal, Jakarta, Senin (14/4/2008).
Pada 6 Maret 2008, MAIN menerbitkan obligasi Malindo I senilai Rp 300 miliar. Dananya akan digunakan untuk modal kerja Rp 55 miliar, pembangunan pabrik pakan di kawasan Cikande, Serang Banten Rp 100 miliar, serta akuisisi perusahaan terafiliasi, PT Leong Ayamsatu Primadona senilai Rp 145 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara agenda kedua RUPSLB tentang rencana persetujuan pembangunan pabrik di Cikande, pembahasannya akan dilakukan pada RUPS Tahunan bulan Mei mendatang.
"RUPST rencananya akan dilakukan pada 15 Mei 2008," ujar Tan.
Mengenai akuisisi PT Leong Ayamsatu Primadona, Tan mengungkapkan proses akuisisinya telah selesai dilaksanakan pada akhir Maret 2008 lalu, sedikit lebih cepat dari rencana sebelumnya, pada April 2008.
Rencana akuisisi PT Leong Ayamsatu Primadona, yang beroperasi untuk wilayah Jawa Tengah, dilakukan untuk memperluas pangsa pasar MAIN di wilayah Jawa Tengah.
"Leong telah memberikan kontribusi pada kita sebesar 20-30%. Dengan akuisisi ini kita harap bisa lebih dikembangkan," ujar Tan.
Pada tahun 2007, MAIN memperkirakan angka revenue sebesar Rp 1 triliun, dan laba bersih sebesar Rp 32 miliar. Angka tersebut diperoleh dari penjualan pakan ternak sebesar 70%, sedangkan sisanya dari penjualan ayam ras pedaging.
"Untuk 2008, kita menargetkan revenue Rp 1,4 triliun dan laba bersih Rp 60 miliar," ungkap Tan.
Untuk kinerja di kuartal I 2008 ini, Tan belum dapat mengungkapkan hasil performanya kepada publik. "Itu masih kita hitung," ujar Tan.
(dro/ir)











































