IHSG Berpeluang Naik Lagi

IHSG Berpeluang Naik Lagi

- detikFinance
Rabu, 16 Apr 2008 07:50 WIB
IHSG Berpeluang Naik Lagi
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih punya peluang naik lagi melanjutkan penguatan Selasa kemarin (15/4/2008). Harga minyak yang tembus rekor baru US$ 114 per barel akan membuat saham energi kian diburu.

Pada perdagangan saham Rabu (16/4/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali hijau. Positifnya bursa Nikkei dalam pembukaan Rabu pagi ini memberikan sinyal bursa regional akan naik.

Prediksi positifnya indeks regional ini karena bursa saham di Wall Street pada penutupan perdagangan 15 April mulai menguat. Indeks Dow Jones naik 60,41 poin (0,49%) ke posisi 12.362,47. Indeks Standard & Poor's 500 naik 6,11 poin (0,46%) menjadi 1.334,43 dan Nasdaq naik 10,22 poin (0,45%) ke level 2.286,04.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham di WallStreet naik karena data manufaktur di New York mulai rebound. Namun tetap saja pelaku pasar berhati-hati karena harga minyak yang mengamuk bisa membuat saham-saham penerbangan rontok.

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (15/4/2008), IHSG naik 21,781 poin (0,96%) ke level 2.294,257.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks menguat 21 poin keposisi 2.294 ditengah kondisi regional yang mixed ditopang oleh sektor pertambangan, konsumer, manufaktur dan infrastruktur. Adanya rilis paket kebijakan perbankan bulan April dari BI bakal memberikan sentimen positif pada sektor keuangan sebaliknya rencana kenaikan BBM non subsidi untuk industri 1-2,5% akan memukul sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi. Indeks diperkirakan bergerak dilevel 2.280-2.320 dengan saham pilihan: AALI, INCO, MEDC, DEWA dan BBRI.

eTrading Securities


Indeks kemarin ditutup menguat 21,7 poin (0,9%) di level 2294,25 dengan ditopang penguatan saham-saham komoditas seperti sektor Mining dan CPO akibat harga komoditas terkait masih dalam trend naik.

Bursa Dow semalam ditutup menguat sekitar 0,5% akibat membaiknya data manufaktur bulan April dan pengumuman kenaikan laba Johnson&Johnson. Namun tingginya harga minyak (US$103,9) dan gas (US$10,21) yang telah menembus rekor baru, membawa kekhawatiran akan tingginya inflasi di US dan perlambatan ekonomi Global. penguatan Dow diikuti oleh Bursa Asia pada pembukaan pagi ini yang rata-rata menguat 1%.

Dengan harga komoditas energi yang menembus rekor tertinggi, saham-saham energi seperti MEDC, ENRG, PGAS, BUMI dan PTBA diperkirakan akan outperform pada hari ini.Kebijakan BI untuk melonggarkan syarat pemberian kredit untuk merangsang pertumbuhan sektor riil juga akan membuat saham Banking seperti BMRI, BDMN dan BBRI terkerek naik. Indeks diperkirakan akan melanjutkan penguatannya untuk menembus level psikologis 2300 dengan rentang pergerakan indeks di kisaran 2.279-2.350.

Β  (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads