IHSG Merekah, Rupiah Layu

Sesi Siang

IHSG Merekah, Rupiah Layu

- detikFinance
Rabu, 16 Apr 2008 12:10 WIB
Jakarta - Harga minyak yang mencapai rekor US$ 114 per barel membuat saham-saham energi bergairah. Tapi disisi lain kenaikan harga minyak justru menekan rupiah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (16/4/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 35,662 poin (1,55%) ke posisi 2.329,919. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, turun 12 poin ke level 9.202 per dolar AS.        

Investor berburu saham-saham energi yang siang ini tampil maksimal. Kenaikan harga minyak akan memicu kenaikan harga komoditas lain seperti batubara. Sebaliknya harga minyak yang tinggi akan membuat ongkos impor minyak yang dilakukan Pertamina membengkak dan akhirnya menekan rupiah.   

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hampir semua bursa kawasan siang ini menguat seperti Australia naik 1,24%, Hang Seng naik 0,73%, Seoul naik 1,08%, Kosdaq naik 0,06%, Nikkei naik 1,53%, STI Singapura naik 1,18%, Taiwan naik 1,42%. Sedangkan indeks Shanghai turun 1,53%.

Perdagangan sesi siang mencatat transaksi sebanyak 38.455 kali, dengan volume 1,391 miliar unit saham, senilai Rp 2,519 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 51 saham turun dan 47 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 350 menjadi Rp 6.150, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 275 menjadi Rp 3.375, Astra Internasional (ASII) naik Rp 750 menjadi Rp 21.050, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 menjadi Rp 10.000, Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 40 menjadi Rp 1.060 dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 550 menjadi Rp 24.300.    

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads