Hal ini disampaikan oleh Direktur BEI Eddy Sugito usai acara seminar Indonesia Credit Market Outlook 2008 di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (16/4/2008).
"Ini sesuatu yang baik, kita ingin ke depannya investor lokal ini menguasai transaksi di bursa sendiri," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan tetapi transaksi saham per hari pada periode yang sama malah meningkat 33 persen menjadi Rp 5,6 triliun meskipun indeksnya turun," jelasnya.
Namun, Eddy mengatakan kapitalisasi pasar pada periode yang sama menurun menjadi sekitar Rp 1.700 triliun dari 1.988 triliun di tahun 2007 dengan jumlah emiten saham sebanyak 389 emiten.
"Kalau untuk obligasi korporasi saat ini ada 107 emiten dengan 261 seri obligasi, dengan total Rp 84 triliun dan ini akan terus meningkat," jelasnya.
Dikatakan Eddy jumlah transaksi obligasi turun dari Rp 279 miliar per hari menjadi Rp 240 miliar per hari. "Transaksi SUN juga menurun menjadi Rp 4,1 triliun pada periode yang sama, dari Rp 4,3 triliun di 2007. Namun penurunan indeks ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di bursa-bursa negara lain," katanya.
Gejolak di pasar saham Indonesia menurut Eddy terjadi karena inflasi yang sangat tinggi di atas ekspektasi para analis. (dnl/ir)










































