"Perusahaan patungan dengan BHP akan kita launch bulan ini, baru setelah itu kita masuk ke tahap kerjasama selanjutnya," ungkap Corporate Secretary ANTM, Bimo Budi Satriyo, saat dihubungi detikFinance, Kamis (17/4/2008).
Dalam kesepakatan Head of Agreement (HoA) yang telah ditandatangani beberapa waktu yang lalu, masing-masing akan memiliki komposisi 50% saham di perusahaan patungan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai investasi kerjasama ini diperkirakan bisa mencapai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 36,3 triliun dengan kurs Rp 9.200. Namun Bimo belum dapat memberikan angka pastinya, termasuk perkiraan cadangan nikel di kedua tambang tersebut.
"Kita dan BHP sudah membentuk tim untuk tahap feasibility. Dengan pemerintah, kita juga sudah ada tim feasibility untuk segera bisa masuk ke tahap kontrak karya," ujar Bimo.
Namun Bimo mengungkapkan kontrak karya dengan pemerintah belum bisa dilakukan tahun ini.
"Kita harapkan segera. Mungkin tahun depan sudah bisa masuk ke kontrak karya," kata Bimo. (dro/ir)











































