5 Emiten Siap Masuk BEI

Semester I-2008

5 Emiten Siap Masuk BEI

- detikFinance
Kamis, 17 Apr 2008 15:25 WIB
5 Emiten Siap Masuk BEI
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan diramaikan lagi oleh 5 emiten pada semester I tahun 2008 ini. Hingga saat ini, baru 7 emiten baru yang mencatatkan diri ke BEI, sementara target tahun 2008 mencapai 30 emiten.

"Sampai Juni nanti, ada 5 emiten lagi yang akan listing. Setidaknya itu yang sudah masuk ke kita proposalnya," ungkap Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito, di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (17/4/2008).

Sayangnya, Eddy belum bisa menyebutkan nama-nama perusahaan tersebut. Namun berdasarkan data detikFinance, perusahaan-perusahaan yang sejauh ini berencana mencatatkan sahamnya di BEI pada semester I ini ada sekitar 12 emiten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 12 emiten tersebut, perusahaan-perusahaan yang sudah mengkonfirmasikan tanggalnya antara lain,
  1. PT Hotel Mandarine Regency (23/5/2008),
  2. PT Kertas Basuki Rahmat (4/6/2008),
  3. PT Indika Energy (11/6/2008),
  4. PT Verena Oto Finance (12/6/2008).

Kemudian 5 perusahaan sudah memberikan bulannya yaitu,
  1. PT Bumi Serpong Damai (4/2008),
  2. PT Gozco Plantations (5/2008),
  3. PT BW Plantation (5/2008),
  4. PT Adiselaras Abadi (5/2008) dan
  5. PT Garuda Food Putra-Putri (6/2008).

Sisanya adalah 3 perusahaan yang tertunda IPO-nya karena beberapa alasan dan berencana melakukannya pada semester II 2008, yaitu:
  1. PT Nirwana Kharisma tertunda karena masalah administrasi,
  2. PT Wahanaartha Harsaka tertunda akibat kondisi pasar yang sedang kurang baik, dan
  3. PT Truba Jaya Engineering yang tertunda akibat masih memiliki keterkaitan keuangan dengan perusahaan induknya PT Truba Manunggal Alam Tbk (TRUB).

Di semester II tahun 2008 juga sudah ada beberapa perusahaan yang berencana mencatatkan diri di BEI, antara lain:
  1. PT Adaro Indonesia,
  2. PT Sapta Indra,
  3. PT BPD Jabar & Banten,
  4. PT Destinasi Tirta Nusantara,
  5. PT Murinda Iron Steel dan
  6. PT Sarana Steel Corporation.

(lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads