Investor Saham Pilih Konsolidasi

Investor Saham Pilih Konsolidasi

- detikFinance
Jumat, 18 Apr 2008 08:10 WIB
Investor Saham Pilih Konsolidasi
Jakarta - Belum adanya sentimen yang kuat dari dalam negeri membuat pelaku pasar memilih untuk melakukan konsolidasi di akhir pekan ini. Investor bersikap hati-hati karena sejumlah saham unggulan sudah mengalami jenuh beli.

Pada perdagangan saham, Jumat (18/4/2008), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak terbatas dengan mewaspadai profit taking di akhir pekan.

Bursa saham Nikkei pada Jumat pagi ini dibuka menguat tipis 35 poin. Sedangkan bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan 17 April, indeks Dow Jones hanya naik tipis 1,22 poin (0,01%) ke posis 12.620,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik tipis 0,85 poin (0,06%) ke posisi 1.365,56, sedangkan Nasdaq turun 8,28 poin (0,35%) ke level 2.341,83.

Bursa Wall Street bergerak fluktuatif karena pasar kecewa terhadap kinerja Merrill Lynch & Co pada triwulan I-2008 yang rugi US$ 2,14 miliar. Kerugian ini cukup dalam dibanding prediksi semula. Padahal sehari sebelumnya pasar cukup terhibur oleh kinerja JPMorgan Chase & Co, Coca-Cola Co dan Intel Corp yang positif.

Pasar juga cemas setelah bank sentral negara bagian Philadelpia mengumumkan penurunan aktivitas manufaktur menjadi minus 24,9 dari bulan Maret minus 17,4.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (17/4/2008) IHSG cuma naik 3,857 poin (0,16%) ke posisi 2.341,780.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securites

Indeks akhirnya hanya menguat tipis 3 poin ke posisi 2.341 walaupun pada awal perdagangan sempat menembus level 2.350. Investor langsung profit taking karena belum yakin kondisi bursa AS sudah stabil apalagi harga minyak menyentuh US$115/barel yang akhirnya berdampak negatif. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.320 - 2.380 dengan saham pilihan: BUMI, ANTM, TINS, MEDC dan LSIP.

eTrading Securities


Indeks pada perdagangan kemarin tak mampu menguat signifikan meski bursa Asia dan Amerika menguat. Aksi profit taking dari investor membuat indeks hanya menguat 3,8 poin ke level 2341,7.

Pagi ini,bursa Asia dibuka menguat tipis setelah Dow Jones hanya menguat 1,2 poin semalam, akibat pengumuman data manufaktur di US yang mengalami penurunan, serta pengumuman kerugian Q1 Merrill Lynch yang mencapai US$ 2,14 miliar berikut rencana pemecatan 3.000 karyawannya.

Penguatan indeks yang telah terjadi selama 5 hari berturut membuat indeks sangat rawan terkoreksi. Beberapa sektor yang beberapa hari lalu Outperform seperti Energi, Mining dan CPO diperkirakan akan terkena badai profit taking sehingga akan mengalami koreksi. Namun, dengan minimnya sentimen positif maupun negatif, kesempatan koreksi ini dapat digunakan investor untuk melakukan Buy on Weakness terhadap beberapa saham yang berfundamental kuat seperti ASII, AALI, BUMI dan BMRI. Indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menurun pada kisaran 2306 - 2386.

Β  (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads