Indo Tambang Siapkan Jorong Untuk DMO

Indo Tambang Siapkan Jorong Untuk DMO

- detikFinance
Jumat, 18 Apr 2008 13:12 WIB
Indo Tambang Siapkan Jorong Untuk DMO
Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) siapkan tambang Jorong untuk keperluan domestic market obligation (DMO) yang sewaktu-waktu bisa diberlakukan oleh pemerintah.

"Kita belum tahu bagaimana skema pemerintah mengenai DMO. Namun kita akan siapkan supply untuk itu dari tambang Jorong," ujar Direktur Keuangan ITMG, Edward Manurung, saat dihubungi detikFinance, Jumat (18/4/2008).

Kebijakan DMO, jika jadi diberlakukan, menuntut produsen batu bara yang beroperasi di Indonesia untuk memenuhi kuota sebesar 30% untuk kebutuhan batu bara dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini porsi penjualan ITMG untuk pasar dalam negeri baru sekitar 6%, sementara sisanya diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Taiwan, China, Thailand, Filipina, Korea, Malaysia, India dan sebagainya.

Pada tahun 2007 lalu, volume produksi batu bara ITMG sebesar 17,7 juta ton, dengan volume penjualan sebesar 18,1 juta ton pada harga rata-rata US$ 42 per ton.

Saat ini tambang ITMG yang beroperasi adalah Jorong, Trubaindo dan Indominco West. Sebagaimana dinyatakan perseroan, untuk DMO akan disuplai dari tambang Jorong.

Berdasarkan data yang diberikan oleh perseroan, cadangan yang ada di tambang Jorong saat ini sebesar 12,64 juta ton. Pada tahun 2008 ini, perseroan menargetkan produksi dari tambang tersebut sebesar 3 juta ton.

"Namun jika DMO jadi diberlakukan, maka kita akan menambah cadangan batu bara tambang Jorong dari resources di tambang tersebut," ungkap Edward.

Resources di tambang Jorong masih ada sekitar 124,36 juta ton. Namun untuk menambah cadangan yang saat ini tinggal sebesar 12,64 juta ton, perseroan akan melakukan penghitungan jumlah batu bara yang bisa diambil dari resources.

"Pada Q1 2009 kita harapkan sudah memperoleh data terbaru tentang potensi batu bara dari resources yang bisa dicadangkan," ulas Edward.

Batubara di tambang Jorong memiliki tingkat kalori sebesar 5400-5800 kkal per kilogram. Atas alasan itulah batu bara tambang Jorong akan digunakan untuk memenuhi kuota DMO.

"Karena kebutuhan dalam negeri biasanya menggunakan batu bara dengan kalori rendah," ujarnya.

Jika perseroan menargetkan produksi tahun 2008 sebesar 19,5 juta ton, maka porsi untuk DMO akan sekitar 6,5 juta ton. Artinya perseroan harus meningkatkan kapasitas produksi di tambang Jorong lebih dari dua kali lipat.

Sementara pada tahun 2008 ini, ITMG memproyeksikan akan menerima harga rata-rata batu bara sebesar US$ 60 per ton. Dengan demikian target pendapatan ITMG di 2008 akan mencapai US$ 1,17 miliar.

(dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads