Sekretaris Menneg BUMN Said Didu mengakui penurunan nilai saham perusahaan BUMN di pasar modal lebih tinggi dibandingkan penurunan nilai saham perusahaan swasta yang hanya mencapai 16 persen.
"Penurunan ini merupakan imbas dari gejolak pasar saham global yang berpengaruh terhadap bursa Indonesia, ini penurunan harga saham yang terjadi selama beberapa minggu lalu akibat pasar yang volatile," tuturnya dalam acara gathering bersama wartawan di Subang, Jawa Barat, Minggu
(20/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu Said menegaskan, nilai kapitalisasi pasar emiten BUMN hingga kini masih belumΒ berubah.
Di tengah gonjang ganjing pasar modal belakangan ini, pemerintah tetap berharap BUMN-BUMN tetap menunjukkan kinerja perusahaan yang bagus. Kerugian BUMN tahun ini pun ditargetkan turun drastis hingga 92%, sementara pencapaian laba bersih ditargetkan naik sekitarRp 10 triliun.
(dnl/lih)











































