Pasar Saham Fokus ke Isu Minyak

Pasar Saham Fokus ke Isu Minyak

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2008 08:10 WIB
Pasar Saham Fokus ke Isu Minyak
Jakarta - Harga minyak yang terus melonjak ke level US$ 117 per barel menjadi perhatian utama pelaku pasar. Meski akan mendongkrak harga saham tambang dan energi, dampak tingginya harga minyak terhadap inflasi mulai dipantau.

Pada perdagangan saham awal pekan Senin (21/4/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan bergerak fluktuatif. Saham tambang dan energi tetap akan menjadi motor pergerakan IHSG.

Namun IHSG punya peluang menguat terlebih bursa saham di Wall Street pada akhir pekan lalu (18/4/2008) ditutup menguat meski dibayangi sentimen harga minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor di Wall Street mengandalkan kinerja emiten triwulan I-2008. Dow Jones menguat 228,87 poin ke posisi 12.849,36 dan Nasdaq naik 61,14 poin.

Sementara pelaku pasar dalam negeri juga mulai mengkalkulasi dampak kenaikan harga minyak ke APBN yang dikhawatirkan jika subsidi BBM terus ditambah akan membuat susah APBN.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat lalu (18/4/2008) IHSG naik 7,489 poin (0,32%) ke posisi 2.349,269.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securites


Indeks masih berpola sama dengan kemarin, pada awal perdagangan dibuka tinggi kemudian melemah dan akhirnya ditutup menguat tipis 7 poin keposisi 2.349. Investor masih ragu untuk hold untuk jangka panjang karena kondisi bursa masih labil. Indeks masih dalam teritori positif dikisaran 2.330 - 2.370 dengan saham pilihan: UNSP, ANTM, BUMI, BBRI dan CTRP.

eTrading Securities


Bursa Indonesia selama pekan lalu telah menguat sekitar 45 poin selama 4 hari berturut-turut. penguatan ini membawa indeks berada di level 2349,2. Namun selama 2 hari terakhir, penguatan indeks terasa kurang signifikan akibat aksi profit taking yang dilakukan oleh investor.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, Bursa Amerika ditutup menguat 1,8% terkait pengumuman laba beberapa emiten antara lain JP Morgan, Coca Cola, Intel, IBM dan Wells Fargo. Penguatan Bursa Amerika kembali difaktorkan beberapa bursa Asia yang dibuka menguat sekitar 1% pada perdagangan awal pekan ini. Harga minyak pada perdagangan akhir pekan lalu kembali mencetak level tertinggi di US$117. Hal ini akan kembali membawa kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Bursa Indonesia pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan masih akan bergerak di teritori positif untuk menembus level psikologis 2350 dalam jangka waktu dekat. Sektor Energy dan Mining diperkirakan akan kembali Outperform hari ini terkait tingginya harga komoditas. beberapa saham pilihan antara lain MEDC,ENRG, PTBA, ASII dan BUMI. Indeks akan bergerak pada kisaran 2325 - 2380.
   (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads