IPO Tertunda, Nirwana Pinjam BTN Rp 30 M

IPO Tertunda, Nirwana Pinjam BTN Rp 30 M

- detikFinance
Senin, 21 Apr 2008 17:22 WIB
Jakarta - Menyusul tertundanya rencana IPO PT Nirwana Kharisma, perseroan memilih melakukan pinjaman dari BTN senilai Rp 30 miliar agar proyek-proyeknya bisa berjalan sesuai rencana.

"Tertundanya IPO menyebabkan kita tidak jadi memperoleh dana untuk proyek-proyek yang sedang on going. Oleh karena itu kita melakukan pinjaman pada BTN sebesar Rp 30 miliar," ungkap Corporate Secretary Nirwana, Hartoyo Sugiharto saat dihubungi detikFinance, Senin (21/4/2008).

Sebelumnya Nirwana menargetkan perolehan dana dari IPO sebesar Rp 40 miliar. Komposisi saham yang tadinya akan dilepas sebesar 30,7% atau setara dengan 333.333.500 lembar saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga saham perdananya sebelum ditunda sebesar Rp 120 per lembarnya. Namun dengan ditundanya IPO hingga 6 bulan mendatang, Hartoyo mengungkapkan harga saham yang akan ditawarkan nanti bisa berubah.

"Kemungkinan bisa berubah, karena itu tergantung pada nilai buku perusahaan pada 6 bulan mendatang. Tapi kalau komposisi saham yang akan dilepas ke publik, kemungkinan besar tidak akan berubah," ulas Hartoyo.

Sebelum ditunda, rencananya perolehan dana IPO akan digunakan untuk pengembangan proyek Puri Nirwana Residence sekitar 75% dan sisanya untuk penambahan modal.

Namun dengan penundaan rencana IPO tersebut, Hartoyo mengungkapkan sudah melakukan antisipasi dengan melakukan pinjaman pada BTN sebesar Rp 30 miliar.

"Tujuannya agar proyek yang sedang ongoing tetap bisa berjalan walaupun IPO ditunda," ujar Hartoyo.

Dari kebutuhan dana proyek sebesar Rp 40 miliar tersebut, sekitarΒ Rp 30 miliar telah diperoleh dari pinjaman bank.

"Sisanya yang Rp 10 miliar akan kita peroleh setelah IPO kita laksanakan 6 bulan mendatang," ujar Hartoyo.

Sementara sejauh ini, Nirwana telah membangun 14 proyek perumahan dan ruko di kawasan Jabodetabek. Saat ini, Nirwana sedang membangun tiga proyek yaitu, Puri Nirwana 3, Puri Kosambi 1&2, dan Puri Nirwana Residences.

"Proyek Puri Nirwana 3 dan Kosambi 1&2 sudah siap jual. Sementara proyek Puri Nirwana Residences sedang ongoing," ujar Hartoyo.

Proyek Puri Nirwana Residence berlokasi di Cikarang. Rencananya proyek ini akan dibangun di lahan seluas 120 hektar. Saat ini, perseroan sudah menguasai seluas 80 hektar.

"Sisanya kita harapkan segera dapat terealisasi," ujar Hartoyo.

Dengan proyek Puri Nirwana Residences, Nirwana menargetkan penjualan sebesar Rp 149,6 miliar, dan laba bersih sebesar Rp 11,08 miliar di 2008. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads