Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Jababeka Tbk SD Darmono dalam acara konferensi pers 'R and D Expo', di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jakarta, Rabu (23/4/2008).
"Potensi produksi perfilman kita masih sangat besar, setiap hari saja orang berapa kali menonton film. Bahkan kondisi sekarang ini produksi film termasuk sinetron bisa mencapai berlipat-lipat dari tahun-tahun lalu," katanya.
Rencananya dua proyek yang menelan dana sebesar Rp 10 triliun ini akan mulai di luncurkan pada bulan Agustus tahun 2008.
Darmono mengatakan, target pasar dari proyek ini, terutama untuk movie land tidak hanya ditujukan bagi para penghuni Jababeka Cikarang yang mencakup 1350 perusahaan. Namun, katanya, bisa menyasar pasar diluar itu. Termasuk pengembangan medical city yang mencakup kesatuan fasilitas kesehatan yang terintegrasi.
Selain itu juga pihaknya sedang melakukan penjajakan pembangunan energy city dengan pihak pengusaha asal Timur Tengah di wilayah yang sama.
"Nantinya setiap pemain-pemain energi dunia bisa masuk seperti Shell, Exxon. Di Singapura sudah ada seperti ini, nanti akan mencakup wilayah 10 hektar. Tetapi ini masih dalam tahap wacana," ucapnya.
Hingga kini kawasan Jababeka Cikarang memiliki luas 3.000 hektar dengan pemanfaatan lahan hanya baru mencapai 60%.
(hen/qom)











































