"Sudah ada sekitar 2-3 underwriter yang berminat menjadi penjamin emisi IPO kita yang tertunda. Sekarang sedang kita seleksi. Rencananya akan kita umumkan hasilnya bulan Mei mendatang," ungkap Presiden Direktur WAHA, Robbyanto Budiman, di Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Sayangnya, ia belum dapat mengungkapkan nama-nama underwriter yang sedang melakukan pendekatan tersebut. "Semuanya lokal, karena sizenya tidak begitu besar kan," ujar Robby.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usul pembatalan IPO tersebut diajukan oleh dua underwriter sebelumnya PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT BNI Securities. Usulan tersebut dinilai melanggar mekanisme pasar modal. Oleh karena itu, Bapepam-LK memberikan sanksi suspensi masing-masing 6 bulan dan 3 bulan kepada underwriter terkait.
Sehubungan dengan hal itu, Robby menyatakan rencana IPO akan tetap dilanjutkan, termasuk dengan menunjuk underwriter baru.
"Rencana IPO pasti kita lanjutkan, paling lambat semester dua 2008. Kita akan ajukan registrasi baru ke Bapepam-LK. Kemungkinan dengan menggunakan laporan keuangan triwulan I atau triwulan II tahun 2008," ulas Robby.
Tadinya, WAHA berencana melepas 590 juta lembar saham ke publik atau setara dengan 29,5% dari seluruh saham dalam portepel. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 265 per lembarnya. Dengan harga tersebut, WAHA menargetkan perolehan dana sebesar Rp 156,35 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menyuntikkan modal ke anak usahanya dalam rangka ekspansi.
Saat ini Wahanaartha memiliki 3 anak usaha yaitu PT Wahana Makmur Sejati (WMS), PT Wahanaartha Motorental (WAM) dan PT Tristar Transindo.
Namun dengan ditundanya rencana IPO tersebut, perseroan menyatakan belum dapat memastikan komposisi saham yang akan dilepas, termasuk harga yang akan ditawarkan.
"Mengenai jumlah saham yang akan dilepas ke publik dan harga yang akan ditawarkan akan dibicarakan lebih lanjut dengan underwriter baru kita nanti," ujar Robby. (dro/ir)











































