"Karena kita tidak jadi memperoleh dana IPO, maka ada beberapa rencana ekspansi kita di tahun ini yang kita tunda realisasinya," ungkap Presiden Direktur WAHA, Robbyanto Budiman, di Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Sebelumnya, melalui rencana IPO bulan April 2008 ini, perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 156,35 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan penundaan IPO, maka anggaran ekspansi juga kita pangkas, maksimal menjadi Rp 40-50 miliar," ujar Robby.
Porsi penempatan dana Rp 40-50 miliar tersebut, rencananya akan ditempatkan untuk modal kerja PT Wahanaartha Motorental, anak usaha WAHA di bidang penyewaan motor, penambahan jumlah logistik truk di PT Tristar Transindo (anak usaha WAHA di bidang logistik) dan untuk masuk ke penjualan motor second. Masing-masing sebesar Rp 12 miliar, jadi total sekitar Rp 36 miliar.
Kemudian ditambah dengan rencana pembukaan kantor cabang sekitar 3 atau 4 kantor baru, dengan perkiraan dana sebesar Rp 1-2 miliar per kantor cabang.
"Tadinya dengan dana IPO kita berencana membuka 70 kantor cabang baru, dimana sebanyak 10 akan direalisasikan tahun ini. Namun karena IPO tertunda, tahun ini paling tidak kita hanya akan membuka 3-4 kantor cabang baru," ungkap Direktur Keuangan WAHA, Taufik Aulia.
Mengenai pendanaan, Robby mengungkapkan perseroan saat ini masih memiliki pinjaman siaga dari beberapa bank senilai Rp 215 miliar yang sewaktu-waktu bisa dicairkan.
"Dari Mandiri sekitar Rp 50 miliar, Mizuho Rp 120 miliar dan OCBC Rp 45 miliar," ujar Robby.
Namun Robby mengatakan perseroan lebih memilih mengurangi porsi rencana ekspansi dibanding tetap melanjutkannya sesuai rencana.
"Alasannya karena kalau kita mencairkan pinjaman dalam jumlah besar maka kurang profitable bagi perusahaan. Kita lebih memilih menunggu perolehan dana IPO kita nanti. Jadi untuk saat ini tidak akan mencairkan pinjaman tersebut dalam jumlah besar," ulas Robby. (dro/ir)











































