Pada penutupan perdagangan saham Kamis (24/4/2008) IHSG tumbang 44,322 poin (1,92%) ke level 2.269,980.
Investor memilih aksi ambil untung karena melihat pergerakan bursa saham yang belum jelas arahnya. Seiring kekhawatiran akan inflasi dari tingginya harga minyak dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 11,244 poin (2,26%) ke posisi 485,998 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 12,229 poin (2,83%) ke level 419,135.
Sebanyak 57 saham mengalami kenaikan harga, 149 saham turun dan 50 saham stagnan. Total transaksi saham senilai Rp 4,474 triliun, dengan volume 2,656 miliar saham dan frekuensi 56.620 kali.
Saham-saham anjlok harganya antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 1.300 menjadi Rp 23.800, Timah (TINS) turun Rp 1.300 menjadi Rp 32.300, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 350 menjadi Rp 6.500, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 400 menjadi Rp 6.650, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 150 menjadi Rp 3.450, dan Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp8.650.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 19.350, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 3.000 dan Triwira Insanlestari (TRIL) naik Rp 60 menjadi Rp 1.430.
(ir/qom)











































